TRENDING
Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

10 Jun 2017

Ibadah Sia-sia dan Murni

www.renunganhariankristen.com
www.renunganhariankristen.com

Kemarahan merupakan unsur yang sering terlibat dalam konflik hubungan antar manusia. Bahkan, bagi beberapa orang kemarahan merupakan masalah yang serius dalam hidupnya dan harus mendapat perhatian dan penanganan yang sungguh-sungguh.
Pertengkaran sering dimulai dari komunikasi yang buruk. Kemampuan mengelola kemarahan harus dimulai dari kemampuan mengendalikan lidah. Yakobus menyarankan agar kita mengurangi kecenderungan kita untuk cepat mengeluarkan kata-kata, dan sebaliknya belajar menjadi pendengar yang baik.
Bagi orang percaya, mengendalikan lidah bukan hanya masalah etika melainkan merupakan salah satu wujud melakukan firman Tuhan. Bila kita menerima firman Tuhan, meneliti, dan melakukannya maka seharusnya kita juga mampu mengekang lidah kita. Bahkan bagi Yakobus, ketidakmampuan mengekang lidah menjadi tanda suatu ibadah yang sia-sia. Mereka yang pernah sakit hati oleh perkataan kita tentu juga akan memberikan cibiran yang senada, “Percuma rajin ke gereja kalau perkataannya selalu menyakiti orang lain”. Ibadah yang murni ditandai dengan mempraktekkan firman Tuhan dalam kehidupan kita.
Kapan dan kepada siapa Anda melontarkan kata-kata pedas yang membangkitkan kemarahan orang lain? Apapun alasannya, mintalah pengampunan dari Tuhan, jikalau perlu lakukan pemberesan dengan orang tersebut!
Mintalah kekuatan agar Anda dapat memakai lidah Anda mengeluarkan perkataan yang baik dan membangun orang lain! [GKBJ – Renunganhariankristen.com]

Note: artikel ini telah dipublikasikan terlebih dahulu oleh Renunganhariankristen.com

25 Jul 2015

Secangkir Coklat Panas


Sekelompok alumni yang sudah mapan dalam karir, sedang berbincang-bincang pada saat reuni. Lalu teringat dengan mantan dosen mereka yang telah pensiun serta bersepakat pergi mengunjunginya bersama-sama.

Saat berkunjung, mereka berbicara tentang berbagai hal. Tanpa disadari perbincangan itu berubah menjadi keluhan, stres dan masalah pekerjaan. Sebagai tuan rumah, sang mantan dosen pergi ke dapur untuk menyajikan coklat panas kepada murid-muridnya itu. Ia pun mengaduk coklat panas dalam wadah yang berbeda-beda. Ada yang diaduk dalam teko besar, ada dalam cangkir porselen, gelas, kristal. Bahkan beberapa diantaranya hanyalah cangkir yang sangat sederhana. Ada beberapa yang mahal dan cantik.

Sang dosen lalu mengajak mereka untuk mengambil sendiri coklat panas tersebut. Segera masing-masing dari mereka mulai memegang secangkir coklat panas yang mereka pilih di tangan mereka. Kemudian sang dosen berkata: “Lihatlah semua cangkir yang bagus, dan mahal, semuanya telah diambil, yang tertinggal hanyalah yang biasa dan yang murah”.

“Adalah normal bagi kalian untuk menginginkan yang terbaik bagi kalian semua, itu adalah sumber dari masalah dan stres kalian. Cangkir yang kalian minum tidak menambahkan kualitas dari coklat panas tersebut”.

“Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah coklat panas, bukan cangkirnya; tetapi secara tidak sadar kalian menginginkan cangkir yang terbaik. Kemudian kalian mulai saling melihat dan membandingkan cangkir masing-masing”.

Ia sejenak berhenti. Kemudian melanjutkan kembali ucapannya. “Sekarang pikirkan ini: Kehidupan adalah coklat panas; pekerjaan, uang dan kedudukan di masyarakat adalah cangkirnya. Itu hanyalah alat untuk memegang dan memuaskan kehidupan. Cangkir yang kau miliki tidak akan menggambarkan, atau mengubah kualitas kehidupan yang kalian miliki. Terkadang, dengan memusatkan perhatian kita pada cangkirnya, kita gagal untuk menikmati coklat panas yang telah Tuhan sediakan bagi kita. Tuhan membuat coklat panasnya, tetapi manusia memilih cangkirnya”.

Kisah secangkir coklat ini mengajarkan kepada kita tentang makna kebahagiaan dalam hidup. Bahwa saat manusia tidak memiliki semua yang terbaik, maka mereka hanya perlu berbuat yang terbaik dari apa yang mereka miliki untuk merasakan kebahagiaan. Manusia diajak untuk tetap bersyukur atas segala hal yang dimilikinya.

Sumber : berbagai sumber/jawaban.com/ls

17 Jan 2015

Tembok Berapi

Dan Aku sendiri, demikianlah firman Tuhan, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya (Zakaria 2:5).

Tembok Besar di Tiongkok mulai didirikan pada abad ke-3 SM. Tembok yang termasuk dalam tujuh keajaiban dunia ini memiliki panjang sekitar 1.500 mil (2.400 kilometer). Tembok Besar tersebut dibangun untuk melindungi rakyat dari serbuan mendadak para pengembara dan menjaga mereka dari penyerangan yang dilakukan oleh negara-negara musuh.

Dalam kitab Zakaria 2, kita membaca kisah tentang tembok perlindungan yang lain. Zakharia mendapatkan sebuah penglihatan lain, yaitu penglihatan tentang seseorang yang sedang memegang tali pengukur untuk mencoba memastikan panjang dan lebar Yerusalem (ayat 1 dan 2). Pria itu bermaksud untuk membangun kembali tembok benteng yang mengelilingi kota.

Orang ini kemudian diberi tahu bahwa ia tidak perlu membangun benteng itu kembali karena Yerusalem akan dipenuhi oleh banyak umat Allah sehingga tembok Yerusalem itu tidak akan mampu memuat mereka semua (ayat 4). Selain itu, mereka tidak lagi membutuhkan tembok karena Tuhan telah berjanji, “Aku sendiri ... akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya” (ayat 5).

Tembok lahiriah dapat dikikis atau dirobohkan, betapa pun tinggi dan kokohnya tembok tersebut. Namun sebagai anak-anak Allah, kita mempunyai tembok perlindungan terbaik yang dapat dimiliki oleh siapa pun, yakni kehadiran Allah secara pribadi. Tak satu pun yang dapat mencapai kita tanpa terlebih dahulu melewati Dia dan kehendak-Nya. Di dalam Dia kita aman dan tenteram.

Keamanan tidak ditemukan dalam ketiadaan bahaya, tetapi dalam hadirat Allah.

[Daily Devotional - Jawaban.Com]

Muslihat Kuda Troya

karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara (Efesus 6: 12).

Dalam cerita perang Troya dikisahkan tentang bagaimana pasukan Yunani mengepung kota Troya selama sepuluh tahun tanpa hasil, membuat kuda-kudaan raksasa dan mengisinya dengan prajurit pilihan. Mereka lalu pura-pura berlayar pergi. Warga Troya pun patung-patung itu sebagai strofi kemenangan dan menyeretnya ke dalam benteng. Dengan akal muslihat itu, prajurit Yunani pun keluar dari perut kuda, membuka gerbang bagi prajurit lain yang menanti di luar, lalu mulai mengencarkan serangan menaklukkan Troya.

Tanpa kita sadari, kita sebagai orang-orang percaya juga kerap terperangkap dalam jebakan si jahat. Kita kerap diintai dalam sebuah peperangan sengit. Memang bukan peperangan fisik, seperti perang Troya, tetapi peperangan rohani yag tak kelihatan. Musuh kita digambarkan sebagai para penguasa dari dunia kegelapan dan roh-roh di udara. Mereka memiliki tabiat yang sangat jahat dan licik. Dengan tipu daya kelompok ini menyusup ke dalam benteng pertahanan orang percaya untuk merusak kesatuan dan mencemari kesucian hidup orang beriman. Mereka menyerang dan membengkokkan lembaga gereja, keluarga, pengadilan hingga negara. Sehingga tak sedikit diantaranya berakibat pada perpecahan dan kekacauan dalam satu tubuh.

Namun seperti difirmankan dalam Efesus 6:12 agar kita tetap waspada dan mengenakan senjata perlengkapan Allah yang mampu menghadang serangan si jahat (Efesus 6: 13-16). Dengan itu, kita sepatutnya tetap berpegang teguh pada firman Tuhan sembari berdoa agar muslihat seperti hasutan, kebencian, iri hati, hawa nafsu dan niat jahat tidak berkuasa atas kita. Minta Tuhan agar senantiasa memagari kita dengan kuasa melawan si jahat.

Firman Tuhan adalah senjata ampuh yang mampu melawan kuasa jahat.


[Daily Devotional - Jawaban.com]

18 Sept 2013

Attitude





1968, when Kent M. Keith* was a 19-year-old sophomore at Harvard University, he wrote "The Paradoxical Commandments" as part of a booklet for student leaders. He describes the Commandments as guidelines for finding personal meaning in the face of adversity:


1. People are illogical, unreasonable, and self-centered. Love them anyway.

2. If you do good, people will accuse you of selfish ulterior motives. Do good anyway.

3. If you are successful, you will win false friends and true enemies. Succeed anyway.

4. The good you do today will be forgotten tomorrow. Do good anyway.

5. Honesty and frankness make you vulnerable. Be honest and frank anyway.

6. The biggest men and women with the biggest ideas can be shot down by the smallest men and women with the smallest minds. Think big anyway.

7. People favor underdogs but follow only top dogs. Fight for a few underdogs anyway.

8. What you spend years building may be destroyed overnight. Build anyway.

9. People really need help but may attack you if you do help them. Help people anyway.

10. Give the world the best you have and you'll get kicked in the teeth. Give the world the best you have anyway.

The essence of these Commandments is that each of us must choose to do what we think we should do, even when we think we have good reasons not to. They remind us that we are capable of rising above common practices that demean our nature and our culture.
WHAT AN ATTITUDE!
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

4 Aug 2013

Mengampuni dan Memaafkan

Jenderal Horace Porter pernah menulis tentang percakapannya dengan Jenderal Ulysses Grant suatu malam saat mereka duduk dekat api unggun.

Ditulis oleh Porter:
"Jenderal Ulysses, Anda luar biasa, walaupun Anda dididik dalam kekerasan militer, dan selalu mengalami permainan kasar dalam tugas garis depan.

Anda tidak terpancing untuk mengumpat.
Saya tidak pernah melihat anda mengucapkan KATA-KATA KASAR sekalipun.

"Anda punya alasan untuk hal ini?", tanya Poter.

Grant menjawab,
Saya tidak mau membiasakan mengumpat. sejak remaja saya tidak pernah melakukannya, dan ketika Saya dewasa, Saya memandang mengumpat adalah sebagai suatu tindakan KEBODOHAN.

Karena kata-kata kasar membangkitkan AMARAH diri kita sendiri dan menyulut kemarahan orang lain.

Saya tidak pernah melihat kehidupan yang berkualitas dari seorang pemarah, selain LEMAH dan RAPUH dari segi spiritual.

Seorang PEMARAH, adalah seorang yang lelah, ia seorang yang berperang dengan dirinya sendiri, sekalipun ia menang, ia HANCUR.

"Tidak ada yang lebih BURUK dari pada seorang yang menjadi marah sampai ia tidak dapat menguasai diri"

"Pada saat kita marah, kita telah kalah"

"Pada saat kita membenci, Kita telah terkunci"

"Pada saat kita mendendam. Kita menjadi tawanan".

Solusi untuk hal ini adalah:
"MENGAMPUNI dan MEMAAFKAN"

Sumber: Broadcast Blackberry
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

2 Aug 2013

Kisah Wanita Tua dan Pot Retak

Seorang wanita tua Cina memiliki dua pot besar, masing-masing tergantung di ujung kayu pikulan yang ia bawa di lehernya. 
Salah satu pot memiliki retak di dalamnya sementara pot lain sungguh sempurna dan selalu dapat menampung air secara penuh. Pada akhir perjalanan panjang dari sungai ke rumah, pot yang retak ini senantiasa tiba dengan kondisi setengah penuh. Kondisi ini berlangsung setiap harinya selama dua tahun.

Berkaca pada apa yang ia sudah kerjakan, pot yang sempurna menjadi sangat sombong dengan prestasi yang ia miliki. Sementara pot yang retak merasa malu akan ketidaksempurnaan yang ia punya.

Sampai satu hari karena menganggap telah gagal, pot yang retak pun menghampiri wanita tua ini dan mengutarakan isi hatinya. "Saya malu pada diri sendiri, karena ada retakan pada sisi saya yang menyebabkan air bocor sepanjang perjalanan kembali ke rumah kamu."

Mendengar hal tersebut, sang wanita tua ini pun tersenyum dan menjawab, "Apakah kamu memperhatikan bahwa ada bunga-bunga di sisi jalanmu, tapi tidak di sisi pot yang sempurna?" "Tahukah kamu itu semua terjadi karena aku sudah tahu tentang kecacatan yang kamu miliki dan sebabnya aku menanam bibit bunga di sisi jalan dimana kamu aku bawa, dan setiap hari saat kita berjalan kembali, kamu menyirami mereka."

"Selama dua tahun aku telah mampu memilihkan bunga-bunga yang indah untuk menghias meja di rumahku. Tanpa kamu yang sebagaimana kamu sekarang, tidak akan ada keindahan yang mewarnai rumahku ini."

Setiap dari kita memiliki kekurangan masing-masing yang unik. Namun retak dan ketidaksempurnaan masing-masing inilah yang membuat kita kian menarik dan bermanfaat. Satu hal lagi, percayalah Tuhan pasti selalu punya tujuan mulia menciptakan kita seperti kita sekarang ini.  

sumber: jawaban.com

16 Jul 2013

Teachings of the Lord


 Tuhan nggak membiarkan hidup semudah Doraemon,
Yang punya apa saja dalam kantongnya,
Karena Tuhan tau, tidak semua bisa dibuat oleh manusia,
Tanpa tangan Tuhan yang bekerja.

Tuhan melarang untuk hidup seperti Giant/Suneo,
Karena Tuhan tidak mau,
Kita kuat tapi keras seperti Giant,
Kita diberkati luar biasa, tapi angkuh seperti Suneo,
Kita bangga akan kekuatan kita sendiri, bukan membanggakan kuasa Tuhan,
Kita bangga akan keberhasilan yang kita raih, bukan membanggakan karunia yang dari Tuhan..

Tapi, Tuhan mengajarkan untuk hidup seperti Nobita,
Walaupun bodoh, tetap mengasihi..
Walaupun disakiti, tetap mengampuni..


Oleh: Alvin Irene Andmardi

It is not about me, It is about YOU

Menjadi yang terhebat?
Bisa.

Menjadi yang terkuat?
Bisa.

Menjadi yang terbaik?
Bisa.

Apapun bisa kulakukan,
Menjadi Hebat,
Menjadi Kuat,
Menjadi yang terbaik..
Semuanya.

Tapi, semuanya bukan tentangku,
Bukan tentang kehebatanku,
Bukan tentang kekuatanku,
Bukan tentang semuanya yang terbaik dalamku,

Semuanya tentang KAU
Kau yang letakkan -hebat- itu dalamku
Kau yang berikan -kuat- itu untukku
Kau yang memberi semua yang terbaik dalam hidupku..
It is not about me, It is about YOU.

Oleh: Alvin Irene Andmardi

14 Jul 2013

Pepatah Modern 2013

" Orang yang mempunyai Pepatah bahwa Hidup Harus mengalir seperti air ibarat Seperti Ikan Mati yg mengikuti arus, Jika Anda ikan yg hidup maka harus melawan arus "..

" Jika Anda menganggap dunia sebagai Penderitaan, maka Anda benar. Dan Anda akan terus mengalami penderitaan tersebut selama Anda berpikir seperti itu "..

" Hal yang membedakan antara orang yang biasa-biasa dan orang yang luar biasa adalah Impiannya. Jika Anda ingin menjadi orang yang biasa-biasa saja maka bermimpilah yang kecil. Jika ingin sebaliknya maka bermimpilah yg besar "..

" Hidup selalu memberikan 2 pilihan, pilihan pertama adalah PASRAH terhadap nasib, pilihan kedua adalah MENGUBAH Nasib "..

" Setiap manusia mempunyai sisi yang baik dan buruk, Anda cukup melihat sisi yang baik dan mengabaikan sisi yang buruk agar suatu hubungan dapat terjalin dengan baik ".

" Anda tidak bisa mengendalikan segala sesuatu di luar sana, tetapi anda bisa mengendalikan respon yg terjadi akibat kejadian tersebut ".

Sumber: broadcast bbm

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ambilah Waktu ...


Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan.

Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi.

Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan.

Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan.

Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan.

Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan.

Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati.

Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa berarti.

Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan.

(anonim)
Source: fb Kisah-kisah Inspiratif
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

31 Mar 2013

Pilihan Hidup


Pada tahun 1932, Amerika Serikat pernah mengalami yang namanya krisis ekonomi. Pengangguran, kemiskinan menjadi hal lumrah yang terlihat pada masa itu. Charles Darrow dan istrinya tak luput dari keadaan serba sulit tersebut.

Meski seorang terpelajar  (ahli dalam bidang pemanasan), Charles tidak dapat memiliki pekerjaan yang penghasilannya mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Padahal di saat yang sama, istri memiliki kebutuhan asupan yang baik untuk disalurkan kepada bayi yang sedang dikandungnya. 

Bekerja serabutan akhirnya Charles Darrow dan istri lakukan. Walau segala sesuatunya tampak suram, sepasang suami-istri ini tetap memilih untuk bisa tertawa.

Di malam hari, saat tengah melepaskan sejenak beban persoalan, mereka membuat permainan di mana mereka bisa berpura-pura menjadi miliuner, sambil mengingat-ingat liburan menyenangkan di dekat kota. Mereka membangun area itu di atas sebuah papan. Charles memahat hotel dan rumah dari sebongkah kecil kayu, dan akhirnya mereka menyebut permainan itu dengan nama Monopoli.

Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1935, permainan itu dipasarkan oleh Parker Brothers. Charles dan istrinya menjadi miliuner karena mereka mengizinkan kesulitan yang mereka alami membentuk diri mereka, bukannya menghancurkan mereka.

Ketika kita menghadapi kesusahan dan kesulitan, menjadi pilihan kita untuk membiarkan semua itu menghancurkan hidup kita atau malah menciptakan kehidupan yang baru bagi kita. Mari belajar untuk tidak menyalahkan Tuhan ketika kita mengalami kesulitan dan kesusahan. Tapi bertanyalah pada-Nya, "Apa yang sedang ingin Engkau ajarkan padaku?"

28 Dec 2012

Selalu Masih Ada Tetesan Terakhir

Satu kali ada seorang laki-laki yang kuat dan kaya mengadakan pertunjukkan yang diakhiri dengan suatu sayembara. Sayembara tersebut memberikan hadiah yang cukup besar bagi mereka yang bisa mengalahkan tantangan orang kuat tersebut.


 Laki-laki kaya dan kuat itu pun menantang para penonton: "Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk yang sudah aku peras ini!"
 
Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras... dan menekan sisa jeruk... tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Orang kaya itu pun tersenyum-senyum sambil berkata: 'Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?'


Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. 'Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung.' Walau dibayangi kegelian di hatinya, orang kaya itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.


Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya ia pun memeras, dan…. 'ting!' setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung. Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.


Laki-laki kaya dan kuat itu pun segera memeluk wanita kurus itu dan memberikan hadiah uang emas, katanya, 'Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini puluhan kali. Banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu. Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?'


'Begini,' jawab wanita itu, 'Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku. Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku'.


Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan. Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada Pribadi yang mengasihiku.

Sumber : terangdunia / jp.mamora

Alat Musik Yang Buruk Vs Alunan Musik Yang Merdu

Ada seorang kakek miskin yang tinggal di desa terpencil, ia memiliki seorang anak yang telah pindah ke kota dan menetap disana. Belum pernah sekalipun si kakek mengunjungi suatu kota maupun mengetahui seperti apa kota itu, karena si kakek tersebut tidak mempunyai televisi maupun radio.
 

Pada suatu hari anak si kakek ini datang kembali ke desa terpencil tersebut untuk mempertemukan ia dengan mantu dan cucu-cucunya. Anak ini pun mengutarakan kerinduannya untuk membawa sang ayah/si kakek ini ke kota dimana mereka tinggal. Mereka berpikir bahwa sangat menyenangkan apabila si kakek menghabiskan sisa usianya tinggal di kota bersama anak dan cucu-cucunya. 

Kakek merasa gembira setibanya di kota tempat tinggal anaknya, karena di sana banyak hal baru yang belum pernah dilihatnya seumur hidupnya. Berbagai pertunjukan menarik dan bangunan–bangunan megah terdapat di kota. 

Suatu hari sang kakek berjalan–jalan sendirian ke luar rumah, tiba–tiba ia mendengar bunyi yang amat tidak menyenangkan telinganya, bagi si kakek bunyi alat musik tersebut sangat mengganggu pendengarannya. Segrea ia pun mencari sumber bunyi tersebut, ternyata suara itu berasal dari seorang anak yang sedang belajar memainkan alat musik biola. Kakek itu pun berpikir bahwa itu alat musik yang terburuk yang pernah ada, "Aku tidak mau lagi mendengar alat musik itu", gerutunya. 

Beberapa hari kemudian ia berjalan–jalan bersama anaknya. Mereka pergi untuk menikmati Acara Natal dan Tahun Baru di pusat kota. Datanglah seorang artis dengan alat musik yang percis seperti yang ia temui beberapa hari yang lalu. 

Anak dan mantunya sangat ingin untuk berlama-lama di acara tersebut untuk menyaksikan pertunjukan alat musik biola namun sang kakek menjadi tidak senang melihat hal tersebut. Namun ketika artis itu menggesek biolanya, nada–nada lembut dan indahlah yang terdengar. Kakek pun menjadi heran. 

Ia pun berpikir lagi, "oh rupanya aku telah salah menilai, bukan biolanya yang buruk, melainkan cara memainkannyalah yang menentukan." Kakek pun memejamkan matanya menikmati alunan biola tersebut. 

Ternyata kurangnya pengetahuan menyebabkan seseorang cepat mengambil kesimpulan dan penilaian. Dan anehnya, yang seringkali terjadi penilaian dan kesimpulan tersebut pasti salah dan bahkan cenderung menyesatkan.

Sumber : ceritabijak / jp.mamora

16 Nov 2012

Setelah Garis Finish

Dalam beberapa pertandingan Olimpiade seringkali ada seorang atlet yang ceroboh dan mengakibatkan hasil yang fatal. Kemenangan yang sudah didepan mata sirna hanya karena kepuasan diri sesaat yang membutakan konsentrasi. Ada beberapa kejadian dimana  pelari dan atlet balap sepeda melakukan selebrasi sebelum garis finish dilewati.
 
Selebrasi itu mengakibatkan mereka kehilangan konsentrasi dan keseimbangan. Akibatnya lawan yang mengejar dibelakang dapat merebut posisi pertama dengan mudah. Kejadian itu dapat menjadi contoh hidup bagaimana seringkali kita ceroboh untuk menyelesaikan segala sesuatunya dengan baik. Padahal hasil memuaskan dan tidak terbayarkan akan kita raih jika saja kita mau tekun untuk menyelesaikan dengan baik.

Banyak dari kita lupa bahwa usaha dan perjuangan harus dilakukan bukan saja saat sebelum garis finish, namun setelah garis finish pun konsentrasi dan perjuangan kita harus terus dilakukan.perjuangan untuk mempersiapkan pertandingan selanjutnya. Belajar dari pertandingan saat ini dan menjadikannya kekuatan untuk pertandingan nantinya.

Keyakinan, persiapan dan proses selalu kita lakukan secara maksimal sebelum garis finish. Segala kemampuan kita kerahkan untuk mencapai garis tersebut. Namun sadarkah kita, bahwa sebelum garis finish itu kita lewati, belum ada pertandingan yang selesai? Karena itu lewatilah dulu garis finish itu. Setelah garis finish, baru kita dapat menyadari dan belajar dari apa yang telah kita lakukan selama pertandingan tersebut.

Hanya seorang pemenang sejati yang akan mendapatkan makna sesungguhnya dari memenangkan pertandingan. Yaitu menyelesaikan pertandingan dengan baik dengan keyakinan setelah garis finish. Selamat mengejar "setelah garis finish", saudara!

Sumber: jawaban.com

2 Nov 2012

Keajaiban Musik

Gwen sangat mencintai pekerjaannya sebagai seorang perawat di rumah sakit. Tidak hanya membantu memberi obat ataupun melayani kebutuhan pasiennya, Gwen juga selalu mendoakan setiap pasien yang dirawatnya. Suatu hari, seorang bocah bernama Angel masuk keruang ICU karena koma akibat pendarahan di kepalanya.

Wajah Angel mengingatkan Gwen pada adik kecilnya di kampong. Tak ayal Gwen pun langsung jatuh hati kepada bocah polos itu. Ketika akhirnya mendapat jadwal jaga malam, Gwen mengambil kesempatan untuk mengunjungi kamar Angel dan berdoa untuk kesembuhannya.

Sebelum mulai berdoa, Gwen menyanyikan sebuah lagu pujian kesukaannya yang dulu sering dinyanyikan bersama adiknya di sekolah minggu. Sesuatu yang ajaib pun terjadi. Angel yang awalnya hanya terbaring lemah, tiba-tiba memberikan respon dengan menggerakkan jari-jari tangannya. Gwen pun gembira melihat perkembangan Angel. Sambil menahan haru ia terus melanjutkan pujiannya. Setelah beberapa saat, Angel pun membuka matanya dan tersenyum. Itulah kali pertama gadis kecil itu membuka matanya setelah jatuh koma.

Kondisi Angel terus membaik setelah malam penuh pujian itu. Bahkan satu minggu kemudian, dokter mempersilahkan Angel untuk pulang.Sejak saat itu, baik Gwen maupun para medis lainnya semakin yakin, bahwa musik bisa berdampak positif bagi kehidupan seseorang. Pihakrumah sakit bahkan menggunakan terapi musik untuk mendukung proses kesembuhan pasiennya.

Musik terbukti dapat  membawa dampak besar terhadap psikologi seseorang. Rahasia ini bahkan sudah diungkapkan sejak zaman Daud. "Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya." (1 Samuel 16:23).

Sumber : jawaban.com/vina cahyonoputri

Derek Redmond, Berlari Sampai Garis Akhir

Derek Redmond adalah atlit lari dari Inggris, pemegang rekor nasional Inggris untuk lari 400 meter, memenangkan medali emas untuk lari estafet 4x400 meter pada Kejuaraan Dunia, Kejuaraan Eropa dan Pekan Olahraga antar negara Commonwealth. Dengan catatan prestasinya itu, wajar saja jika Derek dijadikan kandidat juara lari pada Olimpiade Barcelona 1992.

Setelah tembakan pistol meletus tanda pertandingan lari 400 meter dimulai, Derek berlari sekencang-kencangnya menuju garis finish bersama peserta lomba yang lain. Tiba-tiba di tengah perlombaan, Derek mengalami cidera di kaki sebelah kanannya. Ia terisak-isak, bahkan terkapar di arena lari. Namun apa yang terjadi kemudian sungguh luar biasa.

30 Sept 2011

11 Kata Mutiara Perenungan


1. Doa bukanlah “ban serep” yang dapat Anda pergunakan ketika berada dalam masalah, namun doa merupakan “kemudi” yang menunjukkan arah yang tepat.

2. Kenapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil? Karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita. Jadi, pandanglah ke depan dan teruslah maju.

3. Pertemanan itu seperti sebuah buku. Hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya, tapi butuh waktu tahunan untuk menulisnya.


4. Semua hal dalam hidup adalah sementara. Jika berlangsung baik, nikmatilah karena tidak akan bertahan selamanya. Jika berlangsung tidak seperti yang kita harapkan, jangan kuatir karena hal itu juga tidak akan bertahan lama.

5. Teman lama adalah emas! Teman baru adalah berlian! Jika Anda kamu mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas! Karena untuk mempertahankan sebuah berlian, Anda selalu memerlukan dasar emas.

6. Seringkali ketika kita hilang harapan dan berpikir ini adalah akhir dari segalanya, Tuhan tersenyum dari atas dan berkata, “Tenang anak-Ku, itu hanyalah belokan, bukan akhir dari segalanya!”

7. Ketika Tuhan memecahkan masalah Anda, Anda memiliki kepercayaan pada kemampuan-Nya; Namun ketika Tuhan TIDAK memecahkan masalah Anda, Dia memiliki kepercayaan pada kemampuan Anda. Anda pasti bisa mengatasinya!

8. Seorang buta bertanya pada seorang Guru, “Apakah ada yang lebih buruk daripada kehilangan penglihatan mata?” Dia menjawab, “Ya ada, kehilangan visi!” Miliki visi dalam hidup Anda dan teruslah melangkah dengan visi itu.

9. Ketika Anda berdoa untuk orang lain, Tuhan mendengarkan Anda dan memberkati mereka, dan terkadang, ketika Anda aman dan bahagia, ingat bahwa seseorang telah mendoakan Anda.

10. Kuatir tidak akan menghilangkan masalah di hari esok, hanya akan menghilangkan kedamaian di hari ini.

11. Jawaban doa dari Tuhan tidak selalu “Yes”, tetapi terkadang “No” dengan lanjutan “Bukan itu yang terbaik untukmu..... Aku memiliki rencana yang lebih baik bagimu.”
Sumber : Berbagai Sumber

Sang Elang dan Serigala

Ada pertempuran besar yang berkecamuk di dalam diriku.

Satu sisi adalah Elang yang terbang tinggi. Semua yang Elang inginkan adalah yang baik, benar, indah, dan menjulang ke atas awan. Meskipun turun ke lembah, ia meletakkan telur-telurnya di atas puncak gunung.

Sisi lain dari diriku adalah serigala yang melolong. Ia seringkali mengamuk. Serigala yang melolong merupakan sifat terburuk yang di dalam diriku. Dia mengambil keuntungan dari kejatuhanku dan membenarkan dirinya dengan kehadirannya di dalam diriku.


Siapa yang memenangkan pertempuran besar ini? Sang Elang ataukah Serigala buas? Tentunya yang menang adalah ia yang aku berikan “makan” setiap hari.

“Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.” (Roma 8:5-6)

“Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” (Galatia 6:8)

10 Sept 2011

Setelah Sukses… Berartikah Saya?


Anda pernah mendengar kisah Rick Waren, penulis buku: “The purpose driven life” yang terkenal itu? Dalam wawancara yang dilakukan oleh Paul Bradshaw, Rick Waren mengemukakan tentang tujuan hidupnya, apa yang ia dan istrinya dapatkan dalam menghadapi penyakit kanker yang diderita istrinya sampai kepada ketenaran yang didapatkannya karena buku yang ditulisnya terjual 20 juta copy. Tetapi lebih dari pada pengalaman hidupnya, komitmen hidupnya pun sangat luar biasa. Ia mengatakan, walaupun dia mendapatkan banyak uang dari penjualan bukunya, ia dan keluarganya tidak akan merubah gaya hidup mereka. Anda bisa membayangkan, 20 juta copy terjual! Ia bukan saja menjadi tenar tapi juga kaya mendadak.. Saya teringat akan John Wesley yang pernah berkata, “Penghasilan bertambah tidak seharusnya pengeluaran bertambah, tetapi pemberian yang meningkat”. Dan sepanjang hidupnya ia telah memberikan sekitar 30 juta poundsterling yang dihasilkan selama hidupnya!

Kita sering mendengar orang berkata bahwa hidup sekarang ini susah, segala sesuatu serba mahal, belum lagi gaji tidak kunjung naik! Dizaman yang susah begini, pernahkah Anda menanyakan kepada diri Anda sendiri, bagaimana jika Anda tiba-tiba mendapat suatu keuntungan besar dan menjadi “Orang Kaya Baru”. Apa yang akan Anda lakukan? Saya pernah menyaksikan infotainment di televisi, beberapa artis yang kaya mendadak karena ketenaran dirinya ataupun ketenaran pasangannya, langsung mengubah gaya hidup mereka. Mungkin Anda juga akan mengubah gaya hidup Anda; pindah ke perumahan elite, membeli mobil baru, dlsb. Impian sudah menjadi kenyataan!

Anda ingin tahu apa yang dilakukan Rick Waren dengan kekayaannya? Rick dan istrinya, Kay Waren, menyumbangkan 90% dari penghasilan mereka kepada 3 yayasan; “Acts of mercy”, yang melayani mereka yang menderita AIDS, “equipping the church”, yang melatih pemimpin-pemimpin gereja dinegara berkembang dan “The Global Piece Fund”, yang membantu mereka yang miskin, yang sakit dan yang buta huruf. Rick juga berhenti menerima gaji dari gereja tempat dia melayani atas keinginannya sendiri. Kemudian dia juga menghitung kembali semua gaji yang telah dia terima selama 24 tahun terakhir sejak dia memasuki gereja dan mengambalikanya. “Melayani Tuhan tanpa memungut bayaran”, katanya.

Tentu saja, Anda tidak harus menjadi kaya dahulu untuk melakukan apa yang Rick Ware lakukan. Lihatlah saudara-saudar seiman Anda di gereja Anda, mereka membutuhkan perhatian Anda, mereka butuh doa Anda. Jika Anda tidak mempunyai kekayaan untuk diberikan, mengapa tidak memberikan waktu Anda? Mari kita “melayani Tuhan tanpa memungut bayaran” dengan segala kekuatan yang ada pada kita, uang kita yang tidak seberapa, waktu yang semua orang sama banyaknya, yaitu 24 jam. Kita mungkin tidak memiliki kekayaan sebesar Rick Waren, tapi kita bisa memiliki iman seperti Rick Waren. Marilah kita melayani Dia, Si Pemberi Hidup!

DOA: Tuhan , ajarlah aku agar dapat menguasari diriku dan tidak ikut arus dunia ini. Aku ingin agar aku dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Dalam Nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Kata-kata bijak: Hanya dibutuhkan sebuah komitmen untuk melayani sesama.
 
Back To Top