TRENDING

2 Agt 2013

Kisah Wanita Tua dan Pot Retak

Seorang wanita tua Cina memiliki dua pot besar, masing-masing tergantung di ujung kayu pikulan yang ia bawa di lehernya. 
Salah satu pot memiliki retak di dalamnya sementara pot lain sungguh sempurna dan selalu dapat menampung air secara penuh. Pada akhir perjalanan panjang dari sungai ke rumah, pot yang retak ini senantiasa tiba dengan kondisi setengah penuh. Kondisi ini berlangsung setiap harinya selama dua tahun.

Berkaca pada apa yang ia sudah kerjakan, pot yang sempurna menjadi sangat sombong dengan prestasi yang ia miliki. Sementara pot yang retak merasa malu akan ketidaksempurnaan yang ia punya.

Sampai satu hari karena menganggap telah gagal, pot yang retak pun menghampiri wanita tua ini dan mengutarakan isi hatinya. "Saya malu pada diri sendiri, karena ada retakan pada sisi saya yang menyebabkan air bocor sepanjang perjalanan kembali ke rumah kamu."

Mendengar hal tersebut, sang wanita tua ini pun tersenyum dan menjawab, "Apakah kamu memperhatikan bahwa ada bunga-bunga di sisi jalanmu, tapi tidak di sisi pot yang sempurna?" "Tahukah kamu itu semua terjadi karena aku sudah tahu tentang kecacatan yang kamu miliki dan sebabnya aku menanam bibit bunga di sisi jalan dimana kamu aku bawa, dan setiap hari saat kita berjalan kembali, kamu menyirami mereka."

"Selama dua tahun aku telah mampu memilihkan bunga-bunga yang indah untuk menghias meja di rumahku. Tanpa kamu yang sebagaimana kamu sekarang, tidak akan ada keindahan yang mewarnai rumahku ini."

Setiap dari kita memiliki kekurangan masing-masing yang unik. Namun retak dan ketidaksempurnaan masing-masing inilah yang membuat kita kian menarik dan bermanfaat. Satu hal lagi, percayalah Tuhan pasti selalu punya tujuan mulia menciptakan kita seperti kita sekarang ini.  

sumber: jawaban.com

Posting Komentar

Berikan komentar Anda ..... Tuhan Memberkati.....

 
Back To Top