Welcome to our website
I hope this website can be a place to share stories of faith to be able to mutualy reinforce one another

Selamat datang di website kami
Semoga website ini dapat menjadi tempat saling berbagi cerita iman untuk dapat saling menguatkan satu dengan yang lain




1968, when Kent M. Keith* was a 19-year-old sophomore at Harvard University, he wrote "The Paradoxical Commandments" as part of a booklet for student leaders. He describes the Commandments as guidelines for finding personal meaning in the face of adversity:


1. People are illogical, unreasonable, and self-centered. Love them anyway.

2. If you do good, people will accuse you of selfish ulterior motives. Do good anyway.

3. If you are successful, you will win false friends and true enemies. Succeed anyway.

4. The good you do today will be forgotten tomorrow. Do good anyway.

5. Honesty and frankness make you vulnerable. Be honest and frank anyway.

6. The biggest men and women with the biggest ideas can be shot down by the smallest men and women with the smallest minds. Think big anyway.

7. People favor underdogs but follow only top dogs. Fight for a few underdogs anyway.

8. What you spend years building may be destroyed overnight. Build anyway.

9. People really need help but may attack you if you do help them. Help people anyway.

10. Give the world the best you have and you'll get kicked in the teeth. Give the world the best you have anyway.

The essence of these Commandments is that each of us must choose to do what we think we should do, even when we think we have good reasons not to. They remind us that we are capable of rising above common practices that demean our nature and our culture.
WHAT AN ATTITUDE!
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Categories:
Jenderal Horace Porter pernah menulis tentang percakapannya dengan Jenderal Ulysses Grant suatu malam saat mereka duduk dekat api unggun.

Ditulis oleh Porter:
"Jenderal Ulysses, Anda luar biasa, walaupun Anda dididik dalam kekerasan militer, dan selalu mengalami permainan kasar dalam tugas garis depan.

Anda tidak terpancing untuk mengumpat.
Saya tidak pernah melihat anda mengucapkan KATA-KATA KASAR sekalipun.

"Anda punya alasan untuk hal ini?", tanya Poter.

Grant menjawab,
Saya tidak mau membiasakan mengumpat. sejak remaja saya tidak pernah melakukannya, dan ketika Saya dewasa, Saya memandang mengumpat adalah sebagai suatu tindakan KEBODOHAN.

Karena kata-kata kasar membangkitkan AMARAH diri kita sendiri dan menyulut kemarahan orang lain.

Saya tidak pernah melihat kehidupan yang berkualitas dari seorang pemarah, selain LEMAH dan RAPUH dari segi spiritual.

Seorang PEMARAH, adalah seorang yang lelah, ia seorang yang berperang dengan dirinya sendiri, sekalipun ia menang, ia HANCUR.

"Tidak ada yang lebih BURUK dari pada seorang yang menjadi marah sampai ia tidak dapat menguasai diri"

"Pada saat kita marah, kita telah kalah"

"Pada saat kita membenci, Kita telah terkunci"

"Pada saat kita mendendam. Kita menjadi tawanan".

Solusi untuk hal ini adalah:
"MENGAMPUNI dan MEMAAFKAN"

Sumber: Broadcast Blackberry
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Categories: ,
Seorang wanita tua Cina memiliki dua pot besar, masing-masing tergantung di ujung kayu pikulan yang ia bawa di lehernya. 
Salah satu pot memiliki retak di dalamnya sementara pot lain sungguh sempurna dan selalu dapat menampung air secara penuh. Pada akhir perjalanan panjang dari sungai ke rumah, pot yang retak ini senantiasa tiba dengan kondisi setengah penuh. Kondisi ini berlangsung setiap harinya selama dua tahun.

Berkaca pada apa yang ia sudah kerjakan, pot yang sempurna menjadi sangat sombong dengan prestasi yang ia miliki. Sementara pot yang retak merasa malu akan ketidaksempurnaan yang ia punya.

Sampai satu hari karena menganggap telah gagal, pot yang retak pun menghampiri wanita tua ini dan mengutarakan isi hatinya. "Saya malu pada diri sendiri, karena ada retakan pada sisi saya yang menyebabkan air bocor sepanjang perjalanan kembali ke rumah kamu."

Mendengar hal tersebut, sang wanita tua ini pun tersenyum dan menjawab, "Apakah kamu memperhatikan bahwa ada bunga-bunga di sisi jalanmu, tapi tidak di sisi pot yang sempurna?" "Tahukah kamu itu semua terjadi karena aku sudah tahu tentang kecacatan yang kamu miliki dan sebabnya aku menanam bibit bunga di sisi jalan dimana kamu aku bawa, dan setiap hari saat kita berjalan kembali, kamu menyirami mereka."

"Selama dua tahun aku telah mampu memilihkan bunga-bunga yang indah untuk menghias meja di rumahku. Tanpa kamu yang sebagaimana kamu sekarang, tidak akan ada keindahan yang mewarnai rumahku ini."

Setiap dari kita memiliki kekurangan masing-masing yang unik. Namun retak dan ketidaksempurnaan masing-masing inilah yang membuat kita kian menarik dan bermanfaat. Satu hal lagi, percayalah Tuhan pasti selalu punya tujuan mulia menciptakan kita seperti kita sekarang ini.  

sumber: jawaban.com
Categories: ,
Anak-Ku Tercinta,

Apakah Aku akan memberimu segala hal yang kamu minta? Nah, menjawab dia merupakan urusan-Ku. Sejumlah orang mengatakan," Berhati-hatilah dengan yang kamu doakan, karena itu bisa terjadi." Kukatakan, "jika kamu berdoa sesuai dengan yang Kuinginkan, maka akan terjadi."

Sekarang janganlah datang kepada-Ku dengan doa yang meminta jagat raya bisa muat di dalam sarung tangan base ball mu atau menginginkan semua mobil yang ada di Amerika. Jadilah realistis. Tetapi jika ada sesuatu yang ingin kamu minta kepada-Ku –sesuatu yang tak dapat kamu lupakan- maka doa itu mungkin berasal dari-Ku. Doakanlah kembali kepada-Ku dan percayalah kalau Aku akan menjawabnya.

Ingatlah, Aku dapat melakukan apa pun. Tiada istilah orang yang percaya secara berlebih-lebihan terhadap-Ku. Mintalah saja kepada-Ku.

Sang Pemberi,
Tuhan

Sumber : disadur dari email dari Tuhan (Claire Cloninger & Curt Cloninger)
Categories:

 Tuhan nggak membiarkan hidup semudah Doraemon,
Yang punya apa saja dalam kantongnya,
Karena Tuhan tau, tidak semua bisa dibuat oleh manusia,
Tanpa tangan Tuhan yang bekerja.

Tuhan melarang untuk hidup seperti Giant/Suneo,
Karena Tuhan tidak mau,
Kita kuat tapi keras seperti Giant,
Kita diberkati luar biasa, tapi angkuh seperti Suneo,
Kita bangga akan kekuatan kita sendiri, bukan membanggakan kuasa Tuhan,
Kita bangga akan keberhasilan yang kita raih, bukan membanggakan karunia yang dari Tuhan..

Tapi, Tuhan mengajarkan untuk hidup seperti Nobita,
Walaupun bodoh, tetap mengasihi..
Walaupun disakiti, tetap mengampuni..


Oleh: Alvin Irene Andmardi
Categories:

    GKBJ Taman Kencana

    Komentar Terbaru

    Followers

    Kategori

    Statistik