TRENDING

8 Sep 2010

Filsafat Kosong | Biarkan Hidup Mengalir Seperti Air

Bukan Cuma selebriti saja yang suka melontarkan ucapan, “hidup itu biarkan saja mengalir seperti air.” Kita-kita juga sering mengucapkan kalimat satu ini, terlepas sengaja atau tidak. Kelihatannya sih, kalimat ini bijak dan penuh penyerahan diri sama Tuhan. Tapi, sebenarnya pola pikir yang seperti ini, tidak ada benar-benarnya sama sekali.
Pertama, kita harus tahu dulu, aliran air apa yang kita ikuti? Kalo’ aliran air hidup yang dari Allah, yaitu pimpinan Roh Kudus, itu memang harus kita ikutin. Tapi, kalau pola pikir, bahkan kebiasaan-kebiasaan dari dunia, yang jelas-jelas ujungnya adalah kecemaran dan kebinasaan (Roma6:16,19). Firman Tuhan mengatakan kepada kita, “Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” (1Yohanes 2:17). Jadi, tidak asal ikut aliran saja, tapi kita harus bersikap kritis dan ujilah segala sesuatunya, agar kita tidak keluar dari aliran air hidup yang dari Allah.

Kedua, kita memang harus mengikuti pimpinan Allah di dalam setiap aspek hidup kita, tapi tidak berarti kita lalu berdiam diri dan membiarkan diri hanyut mengikuti aliran-Nya. Bukan itu yang Allah mau dan yang sesungguhnya terjadi. Allah mau, supaya kita semua berperan aktif dan dinamis di dalam mengikuti aliran air hidup yang dari Allah. Mengerahkan seluruh akal budi kita untuk melakukan yang terbaik, tentu saja dengan bersandar seoenuhnya kepada pimpinan dan kekuatan Allah. Itu artinya, kita harus bergerak dengan visi dan target yang jelas, bukan hanya asal hanyut saja Seperti yang dilakukan Paulus, “Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. (1Korintus 9:26).
Jadi, hidup ini bukan sekedar sambil lalu, tanpa arah dan tujuan yang jelas, apalagi kalau salah mengikuti aliran. Kalau hidup kita sekedar ‘mengalir’ begitu saja, kita akan kehilangan banyak moment, di mana sebetulnya kita dapat menghasilkan sesuatu yang berguna untuk Tuhan (Filipi 1:22).

Diadaptasi dari: Rajawali - November’04

Posting Komentar

Berikan komentar Anda ..... Tuhan Memberkati.....

 
Back To Top