TRENDING

15 Mei 2010

Harta Sejati

Seorang hartawan sedang terbaring di tempat tidur menunggu saat=saat kematiannya. Selama hidupnya, ia banyak menghabiskan waktu untuk mencari uang. Saat menghadapi masalah dalam kehidupannya, ia selalu berprinsip bahwa uang dapat menolongnya untuk keluar dari masalahnya tersebut.
Menjelang hari kematiannya, ia berpesan kepada keluarganya untuk meletakan sebuah kantong yang penuh berisi uang dan emas di dalam peti matinya. Kemudian ia meninggal dunia, dan keluarganya pun melakukan pesan terakhirnya.

Di dunia lain, ia mencoba untuk mencari namanya pada buku kehidupan. Setelah lama mencari dan belum juga menemukan namanya, maka ia pun menjadi haus dan lapar. Setelah mencari beberapa saat, ia menemukan sebuah restoran yang menurutnya cukup nyaman baginya. “Wah, ini waktunya untuk membelanjakan uangku.” Ia berkata pada dirinya sendiri.
Kemudian ia masuk ke restoran dan mengeluarkan uangnya untuk memesan beberapa jenis makanan. Tetapi, pelayan restoran itu menolaknya dan berkata bahwa uangnya sama sekali tidak bernilai. Ia sangat heran dan terkejut mendengar hal itu, ia meninggalkan restoran dengan sangat sedih. Dan, ia pun harus menahan rasa haus dan lapar yang menyiksanya.
Sangatlah menyedihkan jika kita hanya kaya dimata manusia, tetapi miskin di mata Tuhan. Segala sesuatu di dunia ini akan berakhir, tetapi hidup kekal akan datang menunggu kita. Apakah kita siap menghadapi hal tersebut? Bukanlah sesuatu hal yang salah menjadi kaya di dunia ini, tetapi harus ingat, apakah kita juga kaya di hadirat Tuhan?

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Matius 16:26)

Posting Komentar

Berikan komentar Anda ..... Tuhan Memberkati.....

 
Back To Top