TRENDING

10 Jun 2008

Apakah Botol Yang Kau Bawa Pecah?

Dr. Lin Ting Tung adalah orang Taiwan pertama yang menjadi dokter dan
menjadi Kristen. Ini terjadi pada akhir abad ke-19. Ia bekerja di
rumah sakit kecil yang dirintis oleh Dr. Maxwell, seorang misionaris
Inggris. Ketika itu tingkat kesehatan masyarakat di Taiwan sangat
rendah dan cara pengobatan masih sangat sederhana.
Pada suatu hari seorang anak datang ke rumah sakit itu dan meminta
obat untuk ibunya yang sedang demam akibat malaria. Anak ini berjalan
lebih dari dua jam dari desanya ke rumah sakit melalui jalan setapak
melewati hutan dan sawah.
Ketika nama ibunya dipanggil, anak ini langsung bangkit dari
bangkunya, meraih botol obat dan bergegas pulang. Sore harinya pukul
lima , ketika kamar obat akan ditutup, seorang perawat tampak bingung
dan berbisik, "Dokter Lin, botol obat untuk pasien malaria masih ada
di sini. Tetapi ada satu botol yang hilang. Isinya disinfektan. Dr. Lin
terkejut, diperiksanya botol yang tertinggal, benar isinya obat
malaria. Jadi, anak tadi membawa botol yang salah ! Botol - botol di kamar
obat itu memang berbentuk sama dan berwarna sama, lagipula baik obat
malaria maupun disinfektan sama - sama cairan.
"Celaka kita. Ibu itu bisa mati. Disinfektan itu obat keras pembunuh
kuman untuk kamar operasi. Kalau sampai diminum, usus bisa terbakar
dan orang itu akan mati" ujar Dr. Lin dengan wajah pucat. Segera
mereka melaporkan peristiwa ini kepada Dr. Maxwell. Ia juga terkejut.
"Sekarang pukul lima, anak itu pergi dari sini pukul tiga jadi Ia
sudah hampir tiba. Tidak mungkin kita mengejarnya. Kita tidak tahu
jalan ke desa itu" ujar Dr. Maxwell.
Dr. Maxwell termenung, lalu ia berkata, "Mulai hari ini semua obat
keras tidak boleh diletakkan di atas meja. Sekarang panggil semua
karyawan untuk berkumpul. Kita akan berdo'a." Begitulah semua orang
yang bekerja di rumah sakit itu berkumpul dan berdo'a. Dr. Maxwell
berdo'a, "Tuhan, kami telah membuat kecerobohan. Ampunilah kami. Nyawa
seorang ibu sedang terancam. Tolonglah dia, cegahlah dia agar tidak
meminum obat yang salah itu......"
Malam harinya Dr. Lin berdinas malam. Ia harus bertanggung jawab atas
kematian ibu ini. Esok harinya, ketika masih subuh pintu diketuk.
Ternyata itu anak yang kemarin membawa botol yang keliru. Mukanya
pucat ketakutan. Dr. Lin juga takut. Kedua orang itu berdiri saling
memandang dengan gugup. Kemudian anak itu berkata, "Ma'af dokter.
Kemarin saya bawa botol itu sambil berlari, lalu saya jatuh botol itu
pecah dan isinya tumpah".
Dr. Lin yang masih terpaku karena gugup langsung bertanya, "Kapan
jatuhnya ?" Anak itu menjadi makin ketakutan, "Ma'af, dokter. Saya baru
datang sekarang, jatuhnya kemarin sore, menjelang gelap," Dr. Lin
langsung ingat : Menjelang gelap....itu adalah saat ketika semua
karyawan rumah sakit berkumpul mendo'akan Ibu anak ini ! Jiwa ibu anak
ini tertolong, isi botol yang salah itu tidak sampai terminum, karena
botol itu pecah di tengah jalan.
Kita bisa lihat peristiwa ini dari sudut si anak. Ia pulang membawa
botol obat ini sambil berlari. Ia ingin cepat - cepat memberikan obat
ini kepada ibunya. Ia ingin menunjukan baktinya kepada ibunya. Ia ingin
ibunya cepat sembuh. Anak ini tidak mengetahui bahwa botol yang sedang
dipegangnya berisi racun. Ia tidak bisa membaca tulisan di botol itu.
Ia buta huruf. Anak ini berlari terus. Jalan dari desa ke rumah sakit
di kota sangat jauh. Perginya dua jam, pulangnya dua jam. Ia letih.
Lalu, tiba - tiba ia tersandung. Ia jatuh. Mungkin Ia terluka, tetapi
yang paling celaka : Botolnya jatuh dan pecah, cairan isinya tumpah
di tanah. Bayangkan bagaimana perasaan anak itu. Ia kecewa, sedih dan
takut. Bagaimana kalau penyakit ibunya makin parah. Bagaimana kalau
Dokter itu marah ? Anak ini sangat terpukul oleh kejatuhan ini.
Saat itu ia belum tahu bahwa justru terjatuhnya dia ini menolong nyawa
ibunya. Mungkin orang lain akan tersenyum, "Ah, itu cuma kebetulan,"
namun orang percaya akan bersaksi, "Tuhan bisa bekerja melalui sebuah
kebetulan."
Itulah juga kesaksian Rasul Paulus di Roma 8:28 :
"....Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan
kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia....... "SEGALA SESUATU"
berarti segala keadaan atau segala kejadian, baik berhasil maupun
kejatuhan. Kejatuhan dapat berbentuk musibah, penyakit atau kegagalan.
Seringkali kita mengira bahwa Allah hanya hadir dan bekerja dalam
keberhasilan. Padahal Allah juga hadir dan bekerja dalam kejatuhan.
Apa tujuan Allah bekerja dalam kejatuhan ?
Paulus menjawab,".....untuk mendatangkan KEBAIKAN......"
Jadi Tuhan dapat mendatangkan kebaikan melalui sebuah kejatuhan.

Posting Komentar

Berikan komentar Anda ..... Tuhan Memberkati.....

 
Back To Top