TRENDING

17 Jan 2015

Muslihat Kuda Troya

karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara (Efesus 6: 12).

Dalam cerita perang Troya dikisahkan tentang bagaimana pasukan Yunani mengepung kota Troya selama sepuluh tahun tanpa hasil, membuat kuda-kudaan raksasa dan mengisinya dengan prajurit pilihan. Mereka lalu pura-pura berlayar pergi. Warga Troya pun patung-patung itu sebagai strofi kemenangan dan menyeretnya ke dalam benteng. Dengan akal muslihat itu, prajurit Yunani pun keluar dari perut kuda, membuka gerbang bagi prajurit lain yang menanti di luar, lalu mulai mengencarkan serangan menaklukkan Troya.

Tanpa kita sadari, kita sebagai orang-orang percaya juga kerap terperangkap dalam jebakan si jahat. Kita kerap diintai dalam sebuah peperangan sengit. Memang bukan peperangan fisik, seperti perang Troya, tetapi peperangan rohani yag tak kelihatan. Musuh kita digambarkan sebagai para penguasa dari dunia kegelapan dan roh-roh di udara. Mereka memiliki tabiat yang sangat jahat dan licik. Dengan tipu daya kelompok ini menyusup ke dalam benteng pertahanan orang percaya untuk merusak kesatuan dan mencemari kesucian hidup orang beriman. Mereka menyerang dan membengkokkan lembaga gereja, keluarga, pengadilan hingga negara. Sehingga tak sedikit diantaranya berakibat pada perpecahan dan kekacauan dalam satu tubuh.

Namun seperti difirmankan dalam Efesus 6:12 agar kita tetap waspada dan mengenakan senjata perlengkapan Allah yang mampu menghadang serangan si jahat (Efesus 6: 13-16). Dengan itu, kita sepatutnya tetap berpegang teguh pada firman Tuhan sembari berdoa agar muslihat seperti hasutan, kebencian, iri hati, hawa nafsu dan niat jahat tidak berkuasa atas kita. Minta Tuhan agar senantiasa memagari kita dengan kuasa melawan si jahat.

Firman Tuhan adalah senjata ampuh yang mampu melawan kuasa jahat.


[Daily Devotional - Jawaban.com]

8 May 2014

Saat Doa harus di Koreksi

Suatu malam seorang gadis duduk berdoa meminta pada Tuhan agar pasangan hidupnya di pertemukan dan dia berkata " Tuhan jika aku hendak Kau pertemukan dengan pasangan hidupku berilah aku pasangan yang satu suku seperti aku ini Tuhan, Amin" begitu cepat Tuhan menjawab doa itu tak berapa lama selang seminggu sang gadis bertemu dengan pria sesukunya dan satu suku yang lainnya.

Dimulai dengan hari pertama yaitu hari Senin bertemu dengan Sihombing, Selasa bertemu dengan Siregar, Rabu bertemu dengan Lubis, Kamis bertemu dengan Suku Lain ( Manado) Jumat bertemu dengan Sinaga, memang terlihat lancar dan mulus akan tetapi dari semua yang Tuhan hantarkan kepada sang gadis, sang gadis berpikir dan mempertimbangkan kembali, dan hal yang yang dipertimbangkan ini bukan hal yang mudah, mereka semua baik, meski baru kenal sesaat yang menjadi masalahnya adalah dari ke 5 pria diatas hanya satu yang anak Tuhan yaitu Pria Manado sementara sang gadis tidak begitu menyukai pria ini, akhirnya sang gadis berseru kembali dalam doanya " TUHAN jika memang Engkau hendak mempertemukan ku dengan pasangan hidupku yang satu suku aku memohon kepadaMU, biarlah aku bertemu dengan Pria yang satu suku namun sama seperti aku yang adalah anakMU BAPA, dan kami akan tinggal dengan naungan KasihMU Amin".

Saat doa mulai dikoreksi kembali bukan kita mengatur TUHAN akan tetapi TUHAN membiarkan kita untuk memilih hal terbaik bagi kita jangan dibutakan oleh Cinta Manusia tetapi jadilah Manusia yang selalu membutuhkan Cinta TUHAN dalam segala Hal. semua yang ditawarkan Tuhan saat itu berlalu karena tidak sesuai dengan kriteria sang gadis dengan pegangan bahwa selain satu suku ternyata sang gadis lebih memilih SATU IMAN di dalam TUHAN, TUHAN tahu apa yang terbaik bagi kita, andalkan TUHAN dalam setiap liku liku kehidupan kita

Tuhan memberkati kita semua



Oleh: Marito Purba


Sakit Yang Menimbulkan Sukacita

Bagi sebagian wanita, bersalin adalah hal yang paling tidak mereka inginkan karena rasa sakitnya, namun sadarkah para wanita bahwa semua itu telah tertera sekian lama di dalam Alkitab dan itu adalah hukuman yang tidak bisa kita lalui karena kita adalah wanita, berbahagialah setiap wanita yang dapat menikmati indahnya menjadi ibu saat bersalin secara NORMAL.

Detik detik bersalin ada saja ulah setiap wanita, ada yang berteriak, marah-marah, menangis, atau terdiam seribu bahasa tanpa sepata katapun. saat hal ini saya alami saya merasa bersyukur dan selalu berserah, karna saya yakin TUHAN ada bersama saya saat itu juga dan saya tanamkan dalam hati dan pikiran bahwa semua itu harus saya lalui. saat saya merasakan sakit saya mulai menaikkan pujian, "BAPA ku datang padaMU, naikkan ungkapan syukur atas kasih anugrahMU yang indah di setiap waktu pagi hari, siang hari, sore dan malam hari, tak hentinya mengucap syukur atas kebaikkanMU" pujian ini terus saya nyanyikan selagi saya bisa.

Dan ketika tiba saat yang tak terkatakan itu pujianpun terhenti rasa panas dipinggang, nyeri di punggung, mulas yang begitu dasyat di bagian perut bawah. sejenak hilang dan tak lama datang lagi, kembali saya bernyanyi dengan pujian yang sama dari rasa tenang sampai menangis karena mulai merasakan sakitnya kembali, satu kalimat yang saya ucapkan " TUHAN YESUS KUATKAN AKU" begitu seterusnya saya mensyukuri kondisi saat itu dan saya merasa bahwa persalinan saya sangat mudah adanya, tanpa bidan diruang tunggu, dan suami yang memegang tangan saya untuk mensuport saya juga kakak yang menemani dengan yakin ditempat tidur yang begitu tinggi sambil memegang besi tempat tidur tersebut saya berkata " dalam nama YESUS " jagoan kecil kami keluar dan menangis memberitahukan bahwa dia sudah sampai, saya terharu dan menangis betapa luarbiasanya TUHAN mendampingi setiap wanita yang berjuang untuk melahirkan anaknya, namun apakah semua wanita meminta kepada TUHAN untuk didampingi melalui masa sulitnya?

Terima kasih TUHAN untuk penyertaanMU, hal yang selalu saya ingatkan kepada teman teman saya, percaya bahwa TUHAN akan membatumu dan ingat itu sudah menjadi milik kita bahwa sakit saat bersalin memang harus dilalui. hanya YESUS yang sanggup untuk melepaskan kita dari segala rasa sakit dan segala rasa sesak. mungkin kisah ini tersengar kuno tapi sungguh nyata bagi wanita yang mau mengalami bahwa TUHAN itu LUAR BIASA.

Oleh: Marito Purba

 
Back To Top